Hari Santri 2026, Berikut Harapan Direktur Utama Delta Artha Sidoarjo

KABARDIGITAL.INFO, SIDOARJO – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober tidak hanya mengenang sejarah perjuangan kaum santri, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan akses yang lebih luas ke dunia keuangan resmi. Semangat inilah yang diangkat dan digaungkan oleh Bank milik Pemkab Sidoarjo Delta Artha.

Direktur Utama Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja mengatakan bahwa potensi ekonomi yang dimiliki lingkungan pesantren dan santri sebenarnya sangat besar, namun seringkali belum terhubung secara optimal dengan sistem perbankan dan akses permodalan.

“Hari Santri ini menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga pelaku ekonomi yang berpotensi besar. Banyak pesantren yang memiliki unit usaha, produk unggulan, dan santri yang setelah lulus membuka usaha sendiri. Tantangannya sering kali bukan pada kemampuan berproduksi, melainkan pada akses permodalan, pencatatan keuangan yang rapi, dan pemahaman tentang layanan keuangan yang aman,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, Delta Artha Sidoarjo melihat peran strategis untuk menjembatani dunia pesantren dan santri dengan akses pembiayaan yang terjangkau. Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar memberikan pinjaman, tetapi juga pendampingan pengelolaan keuangan agar pelaku usaha dari kalangan santri dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami ingin menghapus anggapan bahwa lembaga keuangan itu jauh dari masyarakat pedesaan atau lingkungan pesantren. Justru di sinilah peran kami berada menjadi perantara yang memahami nilai-nilai kepercayaan dan kebersamaan yang dipegang teguh oleh masyarakat pesantren. Rezeki yang berkah itu lahir dari kerja keras, kejujuran, dan tata kelola yang baik,” imbuhnya.

Selain itu, wanita yang sudah puluhan tahun mengabdi untuk Sidoarjo itu juga menegaskan bahwa kemitraan antara pesantren, pelaku usaha, dan lembaga keuangan harus dibangun di atas prinsip saling mempercayai dan saling menguatkan. Dengan begitu, santri tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

“Semangat Resolusi Jihad dulu adalah tentang pertahanan dan kebangkitan bangsa. Hari ini, bentuk perjuangan itu juga berarti membangun kemandirian ekonomi, sehingga santri dan lulusan pesantren bisa berdiri tegak, tidak bergantung pada pihak lain, dan berkontribusi lebih besar bagi sekitarnya,” pungkasnya.

Ia juga berharap Peringatan Hari Santri tahun ini semakin mempererat sinergi antara kalangan pesantren, pelaku ekonomi rakyat, dan sektor perbankan, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang kuat, adil, dan berkah bagi seluruh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *