Tim Alumni ITS Tampil Moncer saat Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Finis di Posisi 1, 3, dan 6

loading…

Tim Alumni ITS Tampil Moncer saat Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Finis di Posisi 1, 3, dan 6. Foto: SINDOnews/HO/Istimewa

Tim alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam Runners IKA ITS (RITS) dan Fun IKA ITS Track Squad (FITS) mencatatkan hasil membanggakan pada debut mereka di ITB Ultra Marathon 2026. Dalam klasifikasi Alumni Perguruan Tinggi Lain, FITS 1 finis di posisi pertama dan FITS 2 di posisi ketiga pada kategori Relay 16, sedangkan RITS menempati posisi keenam pada kategori Relay 8.

FITS 1 memulai lomba pada Jumat (16/10/2026) pukul 21.12 WIB dari Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan. Tim tersebut mencapai garis finis pada Sabtu (17/10/2026) pukul 19.49 WIB dengan catatan waktu 22 jam 37 menit 12 detik. Sementara itu, RITS menyelesaikan lomba kategori Relay 8 dalam waktu 25 jam 34 menit 17 detik.

Keikutsertaan tiga tim tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian olahraga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Kegiatan Pasca Pelatihan (KPP) Youth Leadership Camp 8 (YLC 8) Ikatan Alumni ITS Pengurus Wilayah Jakarta Raya. Melalui lomba estafet sejauh sekitar 180 kilometer dari Jakarta ke Bandung, para alumni berkesempatan mengaktualisasikan nilai kepemimpinan, memperkuat kolaborasi lintas angkatan, dan belajar dari praktik baik penyelenggaraan kegiatan alumni.

Ketua IKA ITS Pengurus Wilayah Jakarta Raya, Kusdi Widodo, mengapresiasi pencapaian RITS dan FITS dalam keikutsertaan perdana tersebut. Menurutnya, capaian itu bukan hanya hasil kompetisi, tetapi juga menunjukkan semangat alumni muda ITS untuk belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi bagi almamater.

ITB Ultra Marathon edisi kesembilan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 dengan rute Jakarta–Bandung sepanjang sekitar 180 kilometer. Dalam kategori Alumni Perguruan Tinggi Lain, RITS dan FITS berkompetisi bersama komunitas alumni dari berbagai perguruan tinggi.

Menguji kepemimpinan melalui kerja tim
Kegiatan ini melibatkan pelari dan anggota tim pendukung yang menjalankan peran dalam koordinasi, komunikasi, serta operasional. Dalam perlombaan estafet, para pelari bergantian menempuh segmen rute, sementara tim pendukung memastikan kebutuhan logistik dan keselamatan tetap terpenuhi.

Proses tersebut menjadi ruang belajar mengenai daya tahan fisik, manajemen risiko, strategi waktu, pengaturan kecepatan, kebutuhan nutrisi dan hidrasi, serta pengambilan keputusan yang mengutamakan keselamatan.

Project Officer Team RITS dan FITS, Awaluddin Syarif, mengatakan persiapan lomba telah menjadi bagian penting dari proses pembelajaran kepemimpinan. Tim harus menyatukan alumni dari berbagai angkatan, jurusan, domisili, dan kesibukan, sekaligus menyusun pola latihan, pembagian segmen lari, logistik, serta rencana keselamatan.

“Sejak awal, kami memandang keikutsertaan ini bukan sekadar proyek olahraga, melainkan proyek kepemimpinan. Tantangannya dimulai jauh sebelum hari perlombaan: membentuk tiga tim dari alumni dengan latar belakang angkatan, jurusan, domisili, dan kesibukan yang berbeda, menyusun pola latihan, membagi segmen lari, hingga menyiapkan logistik dan rencana keselamatan di sepanjang rute Jakarta–Bandung,” ujar Awaluddin.

Ia menambahkan, proses tersebut mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak selalu terlihat dalam peran di depan, tetapi juga hadir melalui hal-hal yang mendukung keberhasilan bersama.

“Dari situ kami belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu tampak di depan. Sering kali ia hadir dalam hal-hal yang tidak terlihat: memastikan informasi tersampaikan, menyiapkan rencana cadangan, dan menjaga semangat rekan yang mulai lelah,” katanya.

Operational Manager RITS dan FITS, Ahmad Ramadhani, menilai keberhasilan menyelesaikan lomba tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pelari, tetapi juga oleh kekompakan seluruh anggota tim.

“Dalam estafet 180 kilometer, tantangannya bukan hanya membawa pelari sampai ke garis finis, tetapi memastikan seluruh tim bergerak selaras. Pelari dan tim pendukung punya peran yang sama pentingnya. Kami belajar menjaga komunikasi, disiplin menjalankan peran, dan saling menguatkan ketika menghadapi tantangan. Meraih garis finis menjadi kebanggaan, tetapi kekompakan sepanjang perjalanan adalah pencapaian yang jauh lebih berharga,” ujar Ahmad.

FITS 1 dan FITS 2 finis di posisi pertama dan ketiga

Tim Alumni ITS Tampil Moncer saat Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Finis di Posisi 1, 3, dan 6

Pada kategori Relay 16, FITS 1 berhasil menempati posisi pertama dalam klasifikasi Alumni Perguruan Tinggi Lain. Kapten FITS 1, Dimas Vidiandaru, alumnus ITS angkatan 2019 (E59), mengatakan perjalanan sepanjang 180 kilometer menghadirkan tantangan fisik dan mental bagi seluruh anggota tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *