KABARDIGITAL.INFO, MADIUN – Perjalanan Nuriska Kirana, putri asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi kisah inspiratif tentang pendidikan, perjuangan keluarga, dan keberanian meraih kesempatan.
Nuriska merupakan putri Marodi (52), seorang pengemudi ojek online yang sehari hari mengais rejeki di Kota Madiun. Berasal dari keluarga sederhana, Nuriska berhasil melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) melalui jalur beasiswa.
Awalnya pada 2022, Nuriska mulai menempuh pendidikan di UI pada Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan akademiknya.
Bagi keluarga Marodi, keberhasilan Nuriska memperoleh beasiswa bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Marodi mengaku tidak pernah merasa terbebani dengan biaya pendidikan putrinya selama menjalani kuliah di Jakarta.
“Saya tidak pernah merasa terbebani saat anak saya kuliah di Jakarta. Bahkan, saya tidak pernah memberikan uang saku kepada anak,” ujar Marodi kepada awak media Beritabangsa.id, Kamis (24/09/2026).
Selama menjadi mahasiswa UI, Nuriska aktif memperluas wawasan dan pengalaman. Pendidikan Ilmu Politik yang ditempuhnya turut memperkaya pemahamannya mengenai persoalan sosial, kebijakan publik, serta berbagai isu yang berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan akademik dan pengalaman tersebut kemudian membawanya ke forum internasional. Nuriska dipercaya menjadi delegasi UNICEF Indonesia dalam Global NCD Alliance Forum di Rwanda.
Kesempatan itu menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pengembangan dirinya sekaligus membuka ruang untuk berpartisipasi dalam forum global.
Dari Magetan, Nuriska melangkah ke Universitas Indonesia. Dari lingkungan kampus, ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam forum internasional di Rwanda.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga sederhana bukan batas untuk memiliki cita-cita besar. Dukungan keluarga, kemauan belajar, kerja keras, serta kesempatan yang dimanfaatkan dengan baik dapat membuka jalan menuju pengalaman yang lebih luas.
Marodi menjalani kesehariannya sebagai pengemudi ojek online dengan mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Dari pekerjaan tersebut, ia ikut menopang perjalanan pendidikan putrinya hingga Nuriska mampu melangkah jauh dari Magetan.
Perjalanan Nuriska menjadi cerita tentang perjuangan keluarga, pendidikan, dan kesempatan. Dari sebuah keluarga sederhana di Magetan, ia berhasil menempuh pendidikan di UI hingga mendapat kesempatan membawa nama Indonesia dalam forum internasional di Rwanda.
