Atasi Banjir Surabaya Barat, BBWS Brantas Gandeng Nindya Karya Garap Proyek Kali Kedurus Rp 314 Miliar

KABARDIGITAL.INFO,  SURABAYA  – Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kementerian Pekerjaan Umum resmi memulai proyek masif pengendali banjir Kali Kedurus Kota Surabaya.

Proyek infrastruktur vital ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp314.723.221.000.

Untuk mengeksekusi proyek penataan sistem drainase makro ini, pihak balai memercayakan pengerjaannya kepada PT Nindya Karya (Persero) yang berkolaborasi dalam Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Indoteknik.

Proyek multi-years ini ditargetkan berjalan intensif sepanjang 2026 – 2027.

Kepala BBWS Brantas, Muhammad Noor menegaskan, penanganan Kali Kedurus merupakan salah satu prioritas utama untuk mengatasi permasalahan genangan di wilayah Surabaya Barat dan Selatan.

Ia meminta seluruh elemen yang terlibat untuk bekerja secara profesional demi kenyamanan warga.

“Perlu adanya komitmen bersama untuk melaksanakan pekerjaan secara profesional, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Kami juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya serta seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan mitigasi banjir ini segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat,” ujar Muhammad Noor.

Guna meminimalkan dampak sosial dan memastikan efisiensi mobilisasi alat berat di kawasan padat hunian seperti Wiyung, Babatan, hingga Kedurus, PT Nindya Karya membagi area kerja sepanjang 3,5 kilometer jadi 4 zona prioritas,

Zona 1 (670 meter): fokus pada normalisasi hulu dan pembangunan rumah pompa Babatan Pratama.

Zona 2 & 3 (1.800 meter): pemasangan dinding turap beton (Corrugated Concrete Sheet Pile/CCSP) sepanjang 12 meter dan Spunpile 24 meter untuk memperkuat tebing sungai dari risiko erosi.

Zona 4 (1.030 meter): stabilisasi lereng tanah menuju hilir serta normalisasi saluran gendong kiri. Termasuk
mekanical, electrical, dan modernisasi total infrastruktur Pompa Air (PA) Kedurus, termasuk pemasangan penyaring sampah otomatis (rotary screen) dan penguatan daya listrik PLN.

Selain fokus pada infrastruktur pengendali air, proyek ini juga membawa misi estetika kota.

Sempadan sungai di sepanjang area proyek akan ditata ulang menggunakan metode proteksi T-Shape dan Geocell.

Area tersebut nantinya ditargetkan menjadi lanskap ruang publik hijau yang bisa dimanfaatkan oleh warga kota untuk beraktivitas.(zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *