loading…
Festival SenengSoccer Asah Bakat Sepak Bola Putri, Naufalyn Fikria Jadi Peserta Tercepat. Foto: SINDOnews
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation , Satia Chandra Wiguna, mengatakan Festival SenengSoccer menjadi langkah awal untuk mengenalkan sepak bola kepada anak-anak sekaligus memberi mereka kesempatan mengembangkan kemampuan. Melalui pengalaman bermain yang positif, para peserta diharapkan lebih berani mencoba, menikmati proses belajar, serta membangun kebersamaan dengan teman sebaya.
Menurut Chandra, festival ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengenali potensi pemain sejak dini. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pembentukan tim sepak bola putri, latihan terarah, dan pembinaan yang konsisten.
“Kami ingin Festival SenengSoccer menjadi pintu masuk bagi para siswi untuk mengenal dan menikmati sepak bola sejak dini. Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki. Selanjutnya, sekolah dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepak bola putri. Dengan begitu, pengalaman yang didapatkan dalam festival ini bisa menjadi awal dari proses pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan siswi untuk berpartisipasi dalam kompetisi KU 10 MilkLife Soccer Challenge,” ujar Chandra.

Dalam Festival SenengSoccer, peserta mengikuti serangkaian tantangan untuk menguji keterampilan dasar sepak bola, mulai dari menggiring bola (dribbling), mengoper dan mengontrol bola (passing and control), duel satu lawan satu (1-on-1), lemparan ke dalam (throw-in), menendang ke sasaran (shoot on target), hingga tendangan penalti (penalty shoot).
Peserta harus melewati rintangan dengan berlari zig-zag, melakukan lemparan ke dalam ke arah sasaran, serta menggiring bola melalui lintasan berkelok sebelum menendang ke gawang. Tantangan dilanjutkan dengan melompati rintangan menggunakan kedua kaki secara bersamaan, kemudian melepaskan tembakan ke gawang. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian, peserta harus berlari cepat menuju tombol penghenti waktu (timer).
Catatan waktu menjadi penentu peserta yang paling cepat menuntaskan seluruh tantangan. Selain menguji ketangkasan dan keterampilan mengolah bola, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan bagi para siswi.
