KABARDIGITAL.INFO, PROBOLINGGO – Komitmen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers mendapat apresiasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo.
Melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan IX, PWI kembali menegaskan pentingnya kompetensi, integritas, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik di tengah tantangan dunia informasi yang semakin kompleks.
UKW tersebut digelar selama dua hari di Paiton Operation House (POH) 2 milik Paiton Energy dan POMI, Jalan Raya Paiton, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Sebanyak 24 wartawan mengikuti UKW yang terbagi dalam empat kelas, dengan rincian 6 peserta jenjang muda, 12 peserta jenjang madya, dan 6 peserta jenjang utama. Sejumlah peserta juga mengikuti peningkatan jenjang kompetensi, dari muda ke madya maupun dari madya ke utama.
Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menyampaikan apresiasi kepada PWI Probolinggo Raya yang konsisten mendorong peningkatan kapasitas wartawan melalui UKW.
Menurutnya, kompetensi menjadi fondasi penting bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama untuk menghasilkan informasi yang akurat, objektif, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Lucia menegaskan bahwa profesionalisme pers tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menulis berita. Wartawan juga dituntut menjaga independensi, memahami etika jurnalistik, serta menyadari tanggung jawab sosial atas setiap informasi yang dipublikasikan.
“Profesionalisme dan integritas merupakan bagian dari tugas serta tanggung jawab kita bersama. Wartawan diharapkan senantiasa berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap UKW mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pemberitaan di Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Menurut Lucia, wartawan yang kompeten diharapkan mampu menyajikan karya jurnalistik yang tidak sekadar cepat, tetapi juga akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pers memiliki peran penting dalam membangun ruang informasi publik yang sehat, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran kabar yang belum terverifikasi.
PWI Probolinggo: UKW Bukan Sekadar Sertifikat
Ketua PWI Probolinggo Raya, Babul Arifandhi, mengatakan organisasinya kembali aktif sekitar tujuh tahun lalu.
Sejak itu, PWI Probolinggo Raya telah tiga kali menyelenggarakan UKW sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Babul menilai kompetensi merupakan identitas penting bagi wartawan profesional. Sebab, pekerjaan jurnalistik berkaitan langsung dengan kepentingan publik sehingga harus dijalankan berdasarkan standar profesi, etika, dan tanggung jawab.
“UKW ini menjadi identitas bagi seorang profesional. Sudah sepantasnya seorang wartawan memiliki SIM untuk menjalankan profesinya dalam menyebarkan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya, Jumat (23/10/2026) malam.
Ia menjelaskan, dari sekitar 40 anggota PWI Probolinggo Raya, para anggota terus didorong untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat profesionalisme.
Babul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses pengujian dan penerbitan sertifikat, tetapi menjadi momentum bagi wartawan untuk terus memperbaiki kualitas kerja jurnalistik.
“Mudah-mudahan dengan modal utama kompeten, kita bisa bersama-sama membangun Kota dan Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya.
Menurut Babul, keberadaan wartawan yang kompeten diharapkan mampu memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang berkualitas.
Pemkab Probolinggo: Pers Mitra Strategis Pemerintah
Dukungan terhadap peningkatan kompetensi wartawan juga disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto.
Ia menilai UKW memiliki arti penting karena tidak hanya menguji kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga memperkuat integritas serta pemahaman wartawan terhadap etika profesi.
Menurut dr. Anang, pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat. Melalui pemberitaan, publik dapat memperoleh informasi mengenai kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah daerah.
Namun, kemitraan tersebut tetap perlu berjalan seiring dengan profesionalisme dan independensi pers, sehingga fungsi penyampaian informasi dan kontrol sosial dapat terlaksana secara proporsional.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kapasitas dan profesionalisme rekan-rekan wartawan semakin meningkat. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan menerapkan ilmu jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari,” papar dr. Anang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan UKW semestinya tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang memperoleh sertifikasi, tetapi juga dari perubahan kualitas kerja wartawan setelah mengikuti pengujian.
Ketua PWI Jatim Ingatkan Implementasi Kompetensi
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfi Hakim, menilai penyelenggaraan UKW oleh PWI Probolinggo Raya menunjukkan pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan daerah dan kehidupan demokrasi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sertifikasi bukanlah tujuan akhir dalam perjalanan seorang wartawan profesional.
Menurut Lutfi, sertifikat kompetensi merupakan salah satu tolok ukur pemenuhan standar profesi. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kemampuan tersebut diterapkan dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.
“Sertifikasi memang menjadi salah satu tolok ukur untuk mengetahui apakah seorang wartawan telah memenuhi standar kompetensi. Akan tetapi, yang lebih penting adalah implementasi dari kemampuan tersebut,” tuturnya.
Pesan itu menjadi penekanan penting bagi para peserta UKW. Kompetensi harus tercermin dalam proses pencarian informasi, verifikasi fakta, wawancara, penulisan berita, penerapan prinsip keberimbangan, hingga tanggung jawab terhadap dampak pemberitaan.
Dengan demikian, UKW tidak berhenti sebagai agenda formal organisasi, melainkan menjadi instrumen untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.
Didukung Perusahaan Mitra
Pelaksanaan UKW ketiga PWI Probolinggo Raya ini juga terlaksana berkat dukungan sejumlah perusahaan mitra, yakni PT POMI Paiton Energy, PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Bank Jatim Cabang Kraksaan, dan PT DABN Probolinggo.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pers di wilayah Probolinggo.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, keberadaan wartawan yang kompeten, independen, dan berintegritas semakin dibutuhkan masyarakat.
Apresiasi Diskominfo dan dukungan para pemangku kepentingan terhadap UKW PWI Probolinggo Raya diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat ekosistem pers yang profesional.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan UKW bukan semata-mata berapa banyak wartawan yang dinyatakan kompeten, melainkan sejauh mana kompetensi itu diwujudkan melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, beretika, serta mampu memenuhi hak masyarakat atas informasi yang benar.
